
engkau yang membuatku bangga
June 14, 2010ketika pagi dia ngambek dan gak mau naik ke panggung untuk acara perpisahan kelompok b sekolahnya, gundah juga hati si-ibu akan anak pertamanya ini. dan ketika saatnya tiba untuk menjadi bagian dalam operet di tk-nya tersebut, cemas bercampur harap, mudah-mudahan dia gak ngadat. dan ketika musiknya mulai anak itu bergoyang mengikuti irama musik. haru, gembira dan bahagia bercampur jadi satu. midana yang sampe sekarang masih suka ngompol, si-jabrik yang kalo digangguin sama ade’nya masih suka nangis. sekarang sudah berani.
pertama kali dia naik panggung ketika hari kartini kemaren, itupun setelah ditunda-tunda sampai akhirnya jadi peserta terakhir dan ditememenin sama murid lain plus gurunya. tapi ternyata itu jadi modalnya untuk naik panggung kali ini. alhamdulillah. Allah memberikan kepercayaan dan keberanian untuk dia.
masih ingat ketika hari pertama masuk sekolah. ditemani ibu yang juga masuk kekelas. dan nangis pula dikelas. ketika pulang ibu tanya ke abang, kenapa tadi nangis dikelas? dia jawab soalnya dimata ibu ada airnya… ooh ternyata… ibu juga sedih dan bahagia, anak sulungnya, yang rasanya baru kemaren dilahirkan, digendong, saat ini sudah mulai sekolah, sudah harus bangun pagi, sudah harus mengenal lingkungan sosial yang lebih besar.
dan akhir dari pentas seni hari itu ternayta tidak hanya harus naik kepanggung untuk ikut operet, tetapi dia harus naik lagi kepanggung, kali ini untuk menerima medali atas usahanya di lomba renang dalam memasukkan bola. waaah… rasanya bahagiaaa sekali. ternyata anak itu bisa berprestasi juga. dan rencananya dia akan pamerkan medali itu ke datuk, nenek, kakek dan yang lainnya.
ada kejadian lucu dan kita bisa berguru pada kejadian ini. ketika pengumuman lomba itu dibacakan, disebut dari urutan pertama (juara 1). sebelumnya dia pernah bilang bahwa dalam lomba itu dia menjadi juara 1. lewat juara 1 dibacakan, juara 2, dan setelah itu ibu bertanya: bang, emangnya abang juara berapa sih? juara 1 bu jawabnya. dan ternayata yang dia maksud adalah juara harapan satu… he he he.
disitu saya belajar kejujuran dan kepolosan. dan dari situ saya belajar kebesaran hati untuk menerima apa adanya yang Tuhan berikan. apapun yang terjadi adalah pasti atas izin-Nya dan itulah yang terbaik diberikan untuk kita terima hari ini.